Kududuk dibarisan bangku terakhir memandang resah dari balik kaca
melihat senyum batin tersiksa
mataku hanya terduduk pilu saat tiba sang dewa cinta
merangkul diselendang putih berseri
jauh semakin jauh ku tatap kekosongan jiwa airmata ku membeku di salju kesendirian
seribu lagu terdengar musik irma bergetar seperti jantungku
kulihat tawa,canda ada disana,ku melangkah maju hampirin harapan yang kian sirna,
dan berjabat tangan terasa hilang...
Kini ku sadari tak ada keindahan yang bersemayam lagi bagai kuburan cinta
dihiasi luka,
aku memang bukan pujangga.Yang pandai merangkai kata-kata indah
aku hanya bingkai usang yang telah terbuang,
ku coba diam disini hanya angin malam yang dingin,
hanya hayalan bermain dengan pawaka,
kuberjalan tinggalkan pentas ini berjalan ikuti langkah yang sepi,
kemana lagi kan ku cari....
Sejuta hinaan berlomba-lomba menghampiriku.
Sejuta harapan yang tak mungkin kembali,
biarlah kegelisah jiwaku termakan sang waktu,
karna ku buka arjuna atau pun bima,yang bisa merayu seribu wanita.....
No comments:
Post a Comment