Sunday, June 23, 2019

Putri sabrina


Awal mula pertemuanku dengan putri di daerah UKI
15 hari yang lalu,kini hati ku mulai memikirkannya hingga hari-hariku terasa di sibukkan oleh sesosok seorang wanita yang pernah ku jumpai,memang perkenalanku dengan wanita berputri sebenarnya tak ada yang istimewa apalagi berkesan di hatiku,
Tanggal 17 november 2012
hari sabtu pagi jam 8'40 menit telepon genggamku berdering tanda panggilan masuk
Hp ku yang ada di atas mejaku lalu ku lihat tak kusangka dan tak pernah ku bayangan ada panggilan dari putri wanita yang berkenalan di UKI waktu itu,baru saja ingin ku angat telepon ku nada deringnya sudah terputus,
Tanpa pikir panjang ku coba telepon balik
Halo ini siapa ya??kataku
Tak lama lalu terdengar suara
Ini mas obet ya?
Iya jawabku,ini putri ?
Iya mas obet sahut putri
Akhirnya pun ku saling mengobrol ya cukup lama juga sekitar 45 menitan
Setelah selesai telepon aku pun bergeges tuk mandi
Kebetulan ini hari sabtu aku gak ada kegiatan
Sabtu sore.
Secangkir white cofe luwak aku duduk santai di teras rumah sambil main fesbuk dari HP nokia E63. Entah apa tiba-tiba hatiku jadi teringat akan obrol ditelepon tadi pagi dengan putri,ku coba ingat kembali saat ku berkenalan dengannya ku bayangkan seraut wajahnya yang terkadang tanpa samar ku meningatnya karena kejadian waktu itu hanya biasa aja,
Terkadang juga aku agak sulit mengingatnya karena mungkin aku kurang fokus tuk memperhatikan seraut wajahnya sedangkan di hadapanku banyaknya orang yang berlalu lalang dan saat itu pikiranku tercurah kepada bus mayasari bakti
Hari semakin sore sebentar bada maqhrib aku pun beranjak dari tempat dudukku dan tuk mandi sore
Jam 20'00
Ku main kerumah tono
Ada di rumah gak ya si tono seru hatiku
Ku pun berjalan kerumah tono sesampai di rumah tono kulihat disana sudah ada iyan yang sedang melantun melodi gitarnya sambil bernyanyi lagu
Tono yang ada di depan pintu rumahnya langsung menyapa hai bet ada angin apa nih tumben datang'robet pun langsung menyapa biasa tono lagi jenuh aja
Biasanya loh bet ngeloni warnet canda tono
Bisa aja loh ton
Sih masuk bet sahut tono
Iyan awas jemari loh kusut tuh canda obet kepada tono
Heee heee iyan sambil tersenyum
Tak lama hendri datang dengan yuli kekasihnya
Assalamualaikum "terdengar suara dari balik pintu rumahnya tono,waalaikumsalam jawab tono dengan kerasnya sambil membuka pintu wah yang habis malmingan
Akhirnya obet,iyan,tono hendri dan yuli saling bercengkrama riang gembira ,ocehan demi ocehan,canda dan tawa pun terdengar riuhnya suasana pun semakin seru ,tapi waktu jualah karna hari semakin malam jam sudah menujukan pukul 10 malam hendri pun pamitan dan disusul oleh iyan dan tak lama aku pun pulang pamit tono balik ya udah malam nih.
Di dalam perjalanan selepas dari rumah tono ku berjalan santai sebenarnya aku kerumah tono ingin curhat membahas soal pertemuanku dengan putri
Tapi kenapa hatiku begitu sulit tuk membicarakannya mungkin suasana aja kurang pas barang kali
Entah kenapa hatiku selalu teringat putri sesampai dirumah aku pun membuka notebook sambil membuka fesbuk dan hatiku langsung di daftar pencarian fesbuk kutulis sebuah nama Putri yang ada ada begitu banyak satu demi satu ku perhatikan dengan harapan siapa tau ketemu dengan teliti dan cermatnya obet pun memperhatikan
satu persatu profil yang bernama putri tak di sadari waktu pun sudah menujukan jam 02 pagi tapi hasilnya nihil ,mata ku sudah sepet dan ngantuk notebook pun aku matikan dan aku tutup,sambil berbaringan ditempat tidur pikiranku melayang menerawang sesosok seraut wajah kenapa dengan hatiku ini
kenapa ku harus kepikiran terus tanpa terasa pun obet tertidur
minggu pagi jam 6 pagi
obet terbangun dan bermalas-malas ria ditempat tidur dan obet pun bergegas mandi setelah itu obet pun terasa laper dan obet pun mencari tukang bubur yang biasa mangkal di sudut gang sambil makan bubur obet pun bercerita kepada tukang bubur
bang asli mana ? tanya obet
brebes jawab tukang bubur
bang tau gak daerah garut? jauh gak sih daerah garut? engga jawab tukang bubur singkat
emang mau ke garut mana ? tanya orang yang ada disebelah ku
daerah cikajang mas jawabku ,
ya paling sekitar 3jam sahut orang yang disebelahku
emang mas orang garut ya? tanyaku ,bukan jawab nya saya orang cimahi
ongkosnya berapa ya mas tanya ku lagi ?
ya paling lima pilih ribu
oh sahut obet sambil manggut-manggut
setelah makan bubur pun obet pun meninggalkan tukang bubur
hatinya terasa ada keinginan tuk berangkat ke garut
tanpa disadari obet sampai di UKI tempat fullnya primajasa dan bus jurusan garut pas mau berjalan obet pun tanpa berpikir panjang menaikan bus jurasan garut duduk dibangku deretan belakang yang ternyata tempat ruangan tempat merokok
entah kenapa ku bagai tak sadar tapi kusudah berada di dalam bus yang memasuki jalan tol hati agak terkejut
ya aku lupa bilang sama orang rumah kalau aku mau pergi ke garut ada apa nih dengan diri ku ini sampai senekat ini padahal aku belum pernah berpergian jauh
dengan seorang diri

sesampai diterminal garut dan inilah pertama kali aku melangkahkan kaki dikota garut dan aku pun menanyakan daerah cikajang kepada seseorang diterminal dan aku pun diberi tahu itu bisnya
tak ada bayangan dihatiku kalo aku akan naik sebuah elf aku kira angkot/mikrolet dan sesampai di pombensi prapatan cikajang pun aku turun
hawanya terasa dingin dan sejuk dan kulihat ada sebuah warung aku mampir tuk minum kopi dan sambil ngopi dan menenangan hati yang masih percaya gak percaya yang sudah sampai di cikajang
obet pun menelepon putri dan tak lama pun putri datang dan obet pun dan putri saling bercerita tapi tak lama putri pun mengajak obet tuk jalan ke cisandaan ketempat temannya putri
perjalanan dari cikajang ke cisadaan ternyata curam dan berkelok-kelok juga
sesamapai di cisadaan obet dan putri pun dan langsung berjalan menuju kerumah sahabatnya yang persis di pinggir jalan
sesampainya dirumah kami pun saling bercerita
tetapi tak kusangka apa yang ku dengar dari putri ternyata putri baru saja menikah pada tanggal pada tanggal 10 november 2012
betapa hati obet hancur seakan-akan gak percaya ,timbul rasa cemburu,kesal dan kecewa,tuk apa aku jauh-jauh ke sini kalao hanya tuk mendengarkan kata pernikahan putri gemuruh kesal beribu kecewa tapi apa daya aku tak bisa berkata apa-apa hanya diam dan tersenyum yang bisa aku lakukan seolah-olah rasa cinta ku yang ku bawa tuk putri tak menjadi kecewa
hatiku pun bertanya-tanya kenapa dia bawa aku kesini ketempat ini bilang saja tadi atau kemarin kalau putri sudah menikah mungkin ceritanya mungkin aku gak pernah ke sini ngapain juga jauh-jauh hanya mendengarkan cerita pernikahannya,disini putri menceritakan semuanya kalau dulu dia disuruh pulang pada waktu itu kalau dia suruh menikah oleh bapaknya,putri pun bersedih karena pria yang menikahnya sama sekali tak pernah mengenalnya sebelumnya pria itu tinggal di tasik ,masa jaman sekarang masih ada perjodohan keluh didalam hatiku kulihat air mata putri pun berkaca-kaca kenapa semua ini terjadi pada dirinya
dan obet pun terharu melihat seraut wajah putri yang berkaca-kaca tapi aku bisa apa karena orang yang ada disebelahku adalah sudah ada yang memilikinya walau rasanya ingin menghapus airmatanya tapi itu tak mungkin dan obet dan putri pun terhanyut didalam keterharuan
Ahkirnya obet dan putri pun pulang sesampai diprapatan cikajang putri pun turun dan aku pun langsung melanjutkan perjalan ke jakarta
tanpa disadari airmataku pun menetes hatiku sedih ,kesal ,kecewa tapi itulah kenyataan yang harus ku dengar dan kulihat pada hari ini
sesamapai diterminal garut aku pun langsung menaiki bus jurusan kejakarta
hatiku masih percaya dan gak percaya apa yang baru saja aku alami tapi itulah kenyataannya yang harus kuterima

setiba dijakarta sesampai dirumah aku pun langsung masuk kamar dan membuka notebook dan dan kutulis di perjalanan yang tak pernah ku lupakan
dan tak pernah kusangka yang akan seperti ini jadinya,ternyata tuk menemui sebuah rindu saja dan melihat seraut wajah saja harus penuh pengorban
apalagi tuk yang namanya cinta sejati keluh didalam hatiku inilah perjalan dari sebuah perjalanan mungkin ini juga yang disebut rasa cinta tak harus memiliki
atau rasa rindu tak harus bertemu,entahlah aku tak tau karena sampai detik ini pun aku belum memiliki seorang kekasih
lalu ku tulisankan disobekan kertas yang ada dimejaku dan kutulis sebuah puisi

CINTA KU TERTINGGAL DI CIKAJANG
seraut wajah terlintas di alam pikiranku
seraya bermain bersama impian
merajut asmara di titian pelangi di persada jiwa
melukis cinta dengan riang gembira
badai salju turun hancurkan pohon asmara
bibit pun hancur menjadi beku
membina rindu di dalam daun yang berterbangan
menangkap dalam bayangan yang kian hialang
ku coba bertahan di sudut simpang penantian
ku pun terlena tanpa arah tujuan
ku pun tersungkur didalam dekapan buaian asmara
ku dambakan pelangi
mendung hitam menutupi
hanya harapan yang telah tiada
yang hanya menjadi kenangan

Friday, April 12, 2019

Mitra Mika



                           
                                          Mitra Mika
Menjual acrylic sheet merk astariglas
spesialis pembuatan display,box,bingkai dll
Jl otista raya No 20 jakarta timur
Telp 021 8519078

Tuesday, May 5, 2015

Boomerang




Dari tahun 1996 ku sebenarnya sudah mulai tertarik dengan senjata boomerang,yang ku anggap sebagai senjata yang unik dan keren cuma waktu itu ku belum tahu gimana caranya dan gimana buatnya dengan seiringnya waktu di tahun 2013 semenjak ku kekenal kaskus tak sengaja ku nemu banyak yang jual boomerang pertama kali pesan aku gagal karena boomerang sudah terjual dan hanya ada satu stock boomerang tradisional asli dari negri kangguru.
Dan setelah nyari-nyari ku lihat ada nama adam boomerang akhir ku lihat dan pahami tapi pikiranku apa iya kalau beli online itu benar waktu itu ku cuba aja beli lewat online benar apa gaknya pasrah aja maklum baru pertama beli lewat online waktu pertama beli ku gak tahu namanya ku hanya lihat motip dan catnya saja yang kini ku tahu namanya FC dan fuzzy karna catnya keren dan bentuknya ku tertarik setelah ku transfer dana yang sesuai harga ternyata 3hari barang pesanku tiba dari adam boomerang tanggerang waktu itu hatiku senang lalu boomerang ku pajang dan akhirnya ku penasaran lalu boomerang ku coba lempar di atas genteng rumahku dan apa yang terjadi boomerang nyangkut di genteng rumah tetangga sedih dan pasrah dan kecewa . berapa bulan tak disangka ada orang beli acrylic di tempat ku kerja dia bernama bang jian waktu bang jian bawa boomerang dan sebuah bambu yang di ikat tali pita warna merah lalu ku tanya  bang ini boomerang beneran bisa balik iya kata bang jian lalu ku contek boomerang bang jian di acrylic dan akhirnya bang jian ngajak aku main kerumah bang adhit di depok dan cara buat boomerang lalu main boomerang di lapangan RRI dalam hatiku luas amat nih lapangan saking senang ku lempar boomerang dan berapa kali lempar bahu tanganku panas dan sakitnya luar biasa dan ku hanya duduk saja sambil nyender di motor bang jian dan besoknya ku gak bisa kerja seminggu tangan rasanya panas banget karena belom pemanas dan terlalu semangat lempar boomerang maklum dijakarta jarang lihat lapangan seluas itu
Dan akhirnya ku belajar dan main boomerang dilapangan MNC tv dekat rumah bang jian wih senangnya bisa lempar dan tangkap boomerang itu rasanya senang banget
   Semoga boomerang bisa jadi olah raga yang digemari anak-anak,bapak-bapak.dan wanita gadis dan ibu rumah tangga bravo tuk boomerang nusantara

Saturday, March 30, 2013



Luar biasa! Itulah perjuangan seorang pemulung yang berhasil meraih gelar sarjana berkat profesinya yang sudah dilakoninya dari masa kecil. Wahyudin adalah pemuda berusia 21 tahun yang akan diwisuda sebagai sarjana Ekonomi di bulan Desember nanti. Sekilas, dia mungkin terlihat sebagai mahasiswa biasa yang menuntut ilmu di Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Dengan perawakan tinggi dan bersih, orang pasti terkejut jika mengetahui profesi Wahyudin sebagai pemulung. Bahkan, profesi ini telah digelutinya sejak kelas 4 SD. Hal lain yang mengejutkan bahwa dia memutuskan jalan hidup sebagai pemulung untuk membiayai sekolahnya sendiri. Dari pengakuannya, tidak mungkin melanjutkan ke SMP akibat kondisi ekonomi keluarganya. Apalagi, ia merasa cemas jika dimarahi oleh orang tuanya akibat keinginan kerasnya untuk bersekolah. Wahyudin adalah anak dari seorang ayah yang berpoligami. Sebagai anak pertama dari istri kedua, Wahyu menyadari bahwa tidak mungkin untuk mengharapkan pendidikan yang layak dari orang tuanya. Apalagi, kedua orang tuanya adalah buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Saat itulah, Wahyudin merelakan uang jajannya yang tak seberapa untuk ditabung. Sebagai siswa kelas 4 SD, itu adalah hal yang sangat berat. Sedangkan ia harus bisa mendapatkan tambahan sebagai tabungan. Lalu, ide tersebut berawal ketika melihat tetangganya yang menjadi pemulung bersama anaknya. Wahyu pun berniat untuk melakukan hal yang sama dan belajar memulung pada tetangganya. Awalnya, dia hanya mengambil gelas-gelas air mineral. Setapak demi setapak, ia mulai belajar mengumpulkan kaleng dan kertas bekas. Saat itu, dia pun tidak pernah menceritakan profesinya kepada orang tuanya. Sampai usia remaja, Wahyudin tidak pernah paham arti dari profesi sebagai pemulung. Satu hal yang dia pikirkan ialah bagaimana mengumpulkan pendapatan untuk digunakan sebagai tabungan bersekolah. Setelah benar-benar menyadari persepsi masyarakat mengenai pemulung, ia pun seakan tak peduli dan tetap melanjutkan aktivitasnya. Biasanya, ia memulai aktivitas memulung dari pukul 10 malam hingga dini hari dan bisa mendapatkan Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. Ia pun selalu membaginya untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan. Bahkan, ia bisa masuk SMP berkat tabungannya yang dihasilkan dari ternak ayam kecil-kecilan. Selama pengalamannya sebagai pemulung, ada banyak ejekan dan tudingan akibat profesinya. Pernah pada satu kesempatan ia merasa takut karena pemulung dianggap sebagai maling. Sebagai anak kecil, hal itu sempat menimbulkan kecemasan. Namun berkat penjelasan tetangganya yang pemulung, Wahyu sadar bahwa mereka hanya mengambil sampah dan bukan barang-barang yang masih dipakai. Salah satu pengalaman yang membekas di ingatannya ialah ketika dia benar-benar gemetaran akibat kelaparan. Rasa lapar pun memaksanya untuk mencari sisa-sisa makanan di tumpukan sampah. Kini, Wahyudin telah menggapai harapan masa kecilnya. Berkat beasiswa dari kampus dan Disdik DKI, biaya kuliah menjadi ringan. Namun dia bertekad untuk melanjutkan pendidikan hingga tamat S2 dengan tetap menjadi pemulung. Selain itu, dia punya cita-cita untuk menjadi pengusaha peternakan


Tuesday, November 6, 2012



PASANGAN suami istri Yati (55) dan Maman (35), keduanya pemulung, yang memberikan qurbannya dua ekor domba, mengaku mereka menabung susah payah untuk berqurban. Yati mengaku, sempat ditertawakan saat bercerita seputar niatnya untuk berqurban.
“Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel, ngapain qurban,” cerita Yati, Jumat (26/10/2012).
Tapi Yati tak memeduilkan orang-orang itu. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan qurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berqurban tahun ini.
“Pada bilang apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masak tidak pernah qurban. Malu cuma nunggu daging kurban,” beber Yati 
Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Yati dan suaminya Maman sama-sama berprofesi sebagai pemulung. Pendapatan mereka jika digabung cuma Rp 25 ribu per hari. Tapi akhirnya mereka bisa membeli dua ekor domba. Masing-masing berharga Rp 1 juta dan Rp 2 juta.
Dua domba ini disumbangkan ke Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Jemaah masjid megah itu pun meneteskan air mata haru. 
 mari kita belajar dari beliau...

Saturday, May 26, 2012

Aroma Kasturi

Aroma Kasturi Keluar Dari Hidung Jenazah Seorang Wanita Saat Dimandikan

Ummu Ahmad ad-Du’aijy berkata ketika ia ditemui Majalah Yamamah tentang kematian seorang gadis berusia 20 tahun pada kecelakaan kendaraan. Beberapa saat sebelum meninggal, ia pernah ditanya oleh familinya “Bagaimana keadaanmu wahai fulanah.?” Ia menjawab, “Baik, alhamdulillah.” Tetapi beberapa saat setelah itu ia meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.

Mereka membawanya ke tempat memandikan mayat. Ketika kami meletakkan mayatnya di atas kayu pemandian untuk dimandikan, kami melihat wajahnya ceria dan tersimpul senyuman seakan-akan ia sedang tidur. Di tubuhnya tidak ada cacat, patah dan luka. Dan anehnya (sebagaimana yang dikatakan ummu Ahmad) ketika mereka hendak mengangkatnya untuk menyelesaikan mandinya, keluar benda berwarna putih yang memenuhi ruangan tersebut menjadi harum kasturi. Subhanallah! Benar ini adalah bau kasturi. Kami bertakbir dan berdzikir kepada Allah sehingga anakku yang merupakan sahabat si mayit menangis melihatnya.

Kemudian aku bertanya kepada bibi si mayit tentang keponakannya, bagaimana keadaannya semasa hidup? Ia menjawab, “Sejak mendekati usia baligh, ia tidak pernah meninggalkan sebuah kewajiban, tidak pernah melihat film, sinetron dan musik. Sejak usia tiga belas tahun, ia sudah mulai puasa senin-kamis dan ia pernah berniat secara sosial membantu memandikan mayat. Tetapi ia terlebih dahulu dimandikan sebelum ia memandikan orang lain. Para guru dan teman-temannya mengenang ketakwaannya, akhlaknya dan pergaulannya yang banyak berpengaruh terhadap teman-temannya baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal.”

Aku katakan, “Benarlah perkataan syair,
Detak jantung seseorang berkata kepadanya,
bahwa kehidupan hanya beberapa menit dan detik saja.
Camkanlah itu dalam dirimu sebelum engkau mati,
Seorang insan mengingat umurnya yang hanya sedetik.”

Dan perkataan yang lebih baik dari itu adalah firman Allah SWT,
“Dan Allah telah menjadikanku selalu berbakti di manapun aku berada.” (Maryam: 31).

Lalu ummu Ahmad melanjutkan ceritanya, Ada lagi jenazah seorang gadis yang berumur 17 tahun. Para wanita memandikannya dan kami melihat jasadnya berwarna putih lalu beberapa saat kemudian berubah menjadi hitam seperti kegelapan malam. Hanya Allah-lah yang mengetahui tentang keadaannya. Kami tidak sanggup bertanya kepada keluarganya, agar kami dapat menyembuny

pak Suyatno



Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak
tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.” Anak2ku ……… Jikalau perkimpoian & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat
menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam hidupnya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,”