Saturday, February 25, 2012

Kesabaran Sipurto ataukah kebododohan sipurto

hiduplah seorang pemuda sederhana,dengan kehidupan apa adanya
pemuda ini hanyalah seorang pemuda desa yang hidup dikampung jauh dari kota dan keramaian kota,
pemuda ini bernama sipurto yang terlahir dari keluarga yang miskin,orang tuanya pun hanya seorang buruh tani
setelah beranjak dewasa ahkirnya sipurto pergi kekota tuk mengadu nasib
dan ahkirnya pun berkerja sebagai buruh harian
ternyata hidup dikota besar..banyak membuat sipurto berubah,
tak lagi terdengar suara jangkrik...air pancuran..aroma sawah yang terhampar luas dikala dikampungnya dulu
tapi sesunnguhnya dihati kecilnya ia amat mencintai kampung halamannya dari pada hidup dikota(singkat cerita sipurto pun berkenalan seorang gadis kota)
sipurto terlena dan terbuai mimpi-mimpi indah hidup bersamanya
gadis itu bernama fitriany ternyata gadis ini berkerja disebuah pub malam...
dan ahkirnya pun hidup bersama didalam satu kontrakan tanpa ikatan suami istri
hari-hari terasa indah hingga kemesraan tiap hari dirasakan,tak ada waktu sedikit pun dilewati tanpa kemesraan,bagai pasangan serasi
dua tahun hidup bersama fitri terasa indah...
suatu ketika teman fitri pun datang kepada sipurto ,sipurto kamu mau menikahi si fitri???
jangan kau nikah si fitri karna sesungguhnya si fitri itu telah bersuami dan juga simpan para om-om
apa yang kamu harapkan hidup bersama dengan fitri???
kenapa dia saat ku mau menikah baru cerita..walo dua tahun ku hidup bersama dalam satu ruang ku tak pernah tau...krn mungkin ku orangnya tak pernah banyak tanya ini dan itu itu semua ku cuma menjaga perasaannya saja krn yang ku tau dia hanya bekas seorang gadis pub malam..
dan akhirnya pun aku menikah
setelah kumenikah barulah aku sadar betul bahwa sesungguhnya dia tak ada cinta yang tulus kepadaku....tapi mengapa ia mau dan menyuruhku menikahinya???jawabku dalam hati sungguh aneh tapi nyata
setelah ku menikahinya kenapa dia menyampakan ku diriku begitu saja
lalu apa artinya kita menikah ada apakah semua ini
walo sesungguhnya didalam keluargaku ku tutupi sejati dirinya agar keluargaku tak malu..akan kehadiran istriku
hari-demi hari kulalui tapi mengapa setelah kumenikahinya batin terasa tersiksa
bahkan istriku tak pernah mengiraukan diriku malah aku ini di anggapnya bukan sebagai suaminya...kenapa disaat ku belum menikahnya hidup bersama selalu indah bahagia,penuh canda dan tawa,tapi setelah menikahinya yang ada batinku tersiksa
mengapa semua ini terjadi pada diriku..
dan anehnya tak jarang kulihat dia selalu bersama laki-laki lain dan bermesraan dan dengan nada ringannya bila kutegur dia hanya menjawab "hanya teman"
dan suatu ketika tanpa ku sadari ada seorang laki_laki tidur dikamarku dan ku tanya dengan jawabnya yang sama temanku
entah apa yang terjadi pada hidupku ini
entah Tuhan yang masih sayang padaku atau nasibku...
lalu dengan segerombalan orang kampung ada Pak RT/RW dik Sipurto tolong ceraikan istrimu itu karna sudah terlaluan
tapi ku tak peduli karn aku sudah tau bahwa istriku mungkin seorang jablay
karn toh aku sudah tau sebelum aku menikahnya
dan ahkirnya istri terkena penyakit
dan terpaksalah aku meninggalkannya walau sesungguhnya aku tak mau...
dan yang teraneh walao dia istriku dia menikah dengan seorang pemuda lain tanpa ada perceraian dan anehnya aku pun ikut hadir menyaksikan pernikahnya....
walo hatiku hancur ku coba tetap tersenyum...
dikala malam tiba disaat ku ingin melangkah menuju kesebuah rumah tetangga
ku dihadang oleh seorang kakek-kakek bertopi camping dan berkata "bersabarlah dik janganlah dihatimu tersimpan dendam,atau putus asa karna sebuah cinta ,hapuslah airmatamu yang tak bisa keluar itu...dan tinggalkanlah dia karna dia telah bersekutu
dan sampai kapan pun adik tak akan bahgia,karna sejatinya jodoh dia bukan milikmu...
lihatlah rumah itu setelah saya menoleh kulihat hanya ada api kok ada api kek tanya aku'' itulah keserahkan dia dia telah dibudak oleh setan''dik tobatlah sebelom kau telambat jalanmu masih panjang dan ingatlah bersabarlah terus jangan pernah putus asa krna cinta dunia yang fana ini..


No comments:

Post a Comment